SEMARANG – Momentum pasca-Lebaran menjadi titik balik penguatan organisasi bagi para Guru Pejuang Digital di Provinsi Jawa Tengah. Komunitas Pengembang Digitalisasi Pembelajaran (KPDP) secara resmi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Transformasi Pembelajaran yang dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal pada Sabtu, 10 April 2026. Bertempat di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi akbar bagi para "Guru Pejuang Digital".
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan representasi dari Guru Pejuang Digital—sebuah komunitas strategis binaan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen. Komunitas ini terdiri dari kolaborasi tiga unsur utama: Duta Teknologi, Co. Kapten & Partner belajar.id, serta Komunitas Bergema (Berbagi Bersama dan Maju).
Tonggak Sejarah: Legalitas Hukum KPDP
Dalam laporan penyelenggaranya, Ketua KPDP Jawa Tengah, Fakhrudin Sujarwo, menyampaikan sebuah kabar fundamental yang telah dinantikan oleh seluruh anggota. Beliau mengumumkan bahwa KPDP kini telah resmi berbadan hukum dan memiliki legalitas yang diakui negara.
"Hari ini bukan sekadar pertemuan biasa. Kami dengan bangga menyampaikan bahwa Komunitas Pengembang Digitalisasi Pembelajaran telah resmi mengantongi legalitas hukum melalui Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0002067.AH.01.07 Tahun 2026," tegas Fakhrudin dalam sambutannya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dengan adanya legalitas ini, KPDP memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menjalin kemitraan strategis. Terlebih lagi, KPDP kini secara resmi bersekretariat di BBPMP Provinsi Jawa Tengah, yang menandakan kedekatan hubungan antara komunitas praktisi dengan UPT Kemendikdasmen.
Dukungan Penuh BBPMP Provinsi Jawa Tengah
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi KPDP. Menurut beliau, transformasi pembelajaran di era digital memerlukan tangan-tangan kreatif dari para guru yang memiliki dedikasi tinggi terhadap teknologi.
"BBPMP mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh KPDP. Sinergi antara birokrasi dan komunitas akar rumput seperti Guru Pejuang Digital adalah kunci keberhasilan digitalisasi pembelajaran di Jawa Tengah. Kami berharap sekretariat yang ada di sini dapat menjadi rumah inovasi bagi seluruh anggota," tutur Dr. Nugraheni.
Sarasehan Digital: Menyelaraskan Visi Pembelajaran Mendalam
Acara inti dari rakor ini adalah sesi Sarasehan yang menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai instansi pendidikan. Diskusi ini bertujuan untuk memetakan tantangan dan peluang implementasi teknologi di ruang kelas selama tahun 2026.
Sesi pertama diisi oleh L.P Ario Nugroho, M.Pd., selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) dari BBGTK Provinsi Jawa Tengah. Beliau menekankan bahwa transformasi pembelajaran bukan sekadar tentang perangkat keras, melainkan bagaimana pedagogi digital dapat mengubah cara siswa berpikir dan memecahkan masalah.
Diskusi berlanjut dengan paparan dari Agung M. Handoko, Sub Koordinator Bidang Pengembangan yang mewakili Kepala BPMPTP Provinsi Jawa Tengah. Beliau menyoroti pentingnya pengembangan konten lokal dan mekanisme teknologi yang mendukung operasional guru di daerah-daerah.
Menutup sesi sarasehan, Putut Joko Wibowo selaku PIC Digitalisasi Pembelajaran BBPMP Provinsi Jawa Tengah, memaparkan data dan fakta terkini mengenai progres digitalisasi di Jawa Tengah. Ia mengajak para Guru Pejuang Digital untuk terus mengawal pemanfaatan akun belajar.id dan platform pendukung lainnya agar benar-benar berdampak pada kualitas literasi dan numerasi siswa.
Halal Bihalal: Merawat Silaturahmi dalam Bingkai Digital
Menutup rangkaian acara, momen Halal Bihalal menciptakan suasana hangat di antara para narasumber dan peserta. Setelah berjibaku dengan berbagai agenda bimbingan teknis di 35 Kabupaten/Kota pada bulan-bulan sebelumnya, momen ini menjadi waktu bagi para Pejuang Digital untuk melepaskan penat dan saling memaafkan.
Kehadiran unsur Duta Teknologi, Co. Kapten, dan Komunitas Bergema dalam satu forum ini membuktikan bahwa ego sektoral telah luruh demi satu visi besar: Kemajuan Pendidikan Jawa Tengah. Dengan legalitas baru, sekretariat baru, dan semangat baru, KPDP Jawa Tengah siap melangkah menjadi organisasi pionir yang menggerakkan roda transformasi pembelajaran di Jawa Tengah.
Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah, menandai dimulainya babak baru perjuangan KPDP dalam mengawal kebijakan Digitalisasi Pembelajaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Perkuat Legalitas dan Sinergi, KPDP Jawa Tengah Gelar Rakor Transformasi Pembelajaran di BBPMP
Reviewed by Fakhrudin Sujarwo
on
April 21, 2026
Rating:
Reviewed by Fakhrudin Sujarwo
on
April 21, 2026
Rating:


Tidak ada komentar: