recent posts

banner image

Rumah Pendidikan: Masa Depan Digitalisasi Pembelajaran di Tangan Guru Pejuang Digital


Dunia pendidikan Indonesia sedang memasuki babak baru yang transformatif. Pada 17 November 2025, sebuah langkah besar diambil melalui peluncuran program Digitalisasi Pembelajaran yang memanfaatkan platform Rumah Pendidikan. Langkah ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan sebuah gerakan gotong royong untuk memastikan lebih dari 50 juta murid kita mendapatkan akses pembelajaran terbaik melalui teknologi.

Mengapa Digitalisasi Pembelajaran Menjadi Mendesak?
Berdasarkan data PISA 2023, sekitar 25% siswa di Indonesia belum mencapai standar literasi dan numerasi yang memadai. Sebagai respons, pemerintah menerbitkan Inpres No. 7 Tahun 2025 yang menjadi landasan kuat untuk percepatan pembangunan, revitalisasi satuan pendidikan, dan digitalisasi pembelajaran.

Hingga saat ini, lebih dari 130 ribu Papan Interaktif Digital (PID) telah didistribusikan ke seluruh penjuru negeri. Namun, perangkat canggih ini membutuhkan "jiwa" untuk menggerakkannya—di situlah peran vital ekosistem digital kita dimulai.

Mengenal Rumah Pendidikan: Satu Aplikasi untuk Semua Kebutuhan
Rumah Pendidikan hadir sebagai solusi atas tantangan data yang terfragmentasi dan aplikasi yang terpisah-pisah. Jika sebelumnya guru dan kepala sekolah harus menginstal banyak aplikasi, kini semuanya terintegrasi dalam satu pintu.

Di dalam Rumah Pendidikan, terdapat 8 Ruang Utama yang dirancang sesuai kebutuhan pengguna:
  1. Ruang GTK: Sumber inspirasi peningkatan kompetensi dan kinerja guru.
  2. Ruang Murid: Akses materi belajar gratis, latihan soal, dan informasi beasiswa.
  3. Ruang Sekolah: Manajemen pengelolaan dan perencanaan sekolah.
  4. Ruang Bahasa: Fokus pada penguatan literasi melalui KBBI dan layanan bahasa lainnya.
  5. Ruang Pemerintah: Pemantauan capaian setiap satuan pendidikan.
  6. Ruang Publik, Ruang Mitra, dan Ruang Orang Tua: Memastikan seluruh ekosistem pendidikan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar.
Guru Pejuang Digital: Garda Terdepan Transformasi
Teknologi sehebat apa pun tidak akan maksimal tanpa figur pelopor. Guru Pejuang Digital (GPD) adalah pendidik yang melakukan pendampingan, fasilitasi, dan mentoring dalam transformasi pembelajaran di lapangan.

GPD bukan sekadar label, melainkan identitas inklusif yang mencakup guru, kepala sekolah, hingga pengawas. Mereka berangkat dari komunitas yang sudah ada seperti Duta Teknologi, Komunitas BERGEMA, dan Komunitas Belajar.id. GPD dibagi menjadi tiga level kompetensi berdasarkan kerangka UNESCO ICT-CFT:
  • Level 1 (Inisiator): Memiliki keterampilan TIK dasar dan mampu mengoperasikan PID.
  • Level 2 (Akselerator): Aktif menjadi mentor bagi rekan sejawat dan membangun budaya digital di sekolah.
  • Level 3 (Inspirator): Menciptakan inovasi pembelajaran yang diadopsi di tingkat nasional.
Kesimpulan: Bergerak Bersama untuk Pendidikan Bermutu
Digitalisasi pembelajaran adalah perjalanan panjang yang membutuhkan efisiensi waktu, anggaran, dan pemusatan data. Melalui Rumah Pendidikan, kita tidak hanya menyediakan alat, tetapi membangun ekosistem yang konsisten, terstandarisasi, dan partisipatif.

Mari kita ambil peran sebagai Guru Pejuang Digital. Mari jadikan setiap ruang kelas sebagai tempat belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mendalam bagi setiap anak bangsa.

Rumah Pendidikan: Masa Depan Digitalisasi Pembelajaran di Tangan Guru Pejuang Digital Rumah Pendidikan: Masa Depan Digitalisasi Pembelajaran di Tangan Guru Pejuang Digital Reviewed by Fakhrudin Sujarwo on Desember 17, 2025 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.